ByteDance Dekati Kesepakatan Chip AI dengan MediaTek

ByteDance, perusahaan induk TikTok, dilaporkan hampir mencapai kesepakatan dengan MediaTek untuk memasok chip AI bagi pusat datanya. Laporan Bloomberg menyebut pembicaraan memasuki tahap lanjut, meski jumlah chip dan rincian kontrak belum diumumkan kepada publik. Jika terealisasi, kerja sama ini dapat memperkuat pasokan komponen komputasi ByteDance saat kebutuhan kecerdasan buatan terus membesar. Bagi MediaTek, kontrak tersebut berpotensi memperluas bisnis dari prosesor ponsel menuju chip khusus untuk infrastruktur AI skala besar.

Bloomberg melaporkan pembicaraan itu pada 15 Oktober 2026, dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui negosiasi tersebut. Reuters kemudian memberitakan laporan tersebut, tetapi menyatakan belum dapat memverifikasi kesepakatan itu secara independen hingga kini. Karena kontrak belum final, pasokan dan jadwal produksi masih belum pasti, sementara perusahaan belum mengumumkan tanggapan resmi.

Chip AI MediaTek Dibidik untuk Operasional Pusat Data

MediaTek dilaporkan akan menyediakan sirkuit terintegrasi khusus aplikasi (ASIC), yakni chip yang disesuaikan dengan kebutuhan platform pelanggan. Berbeda dari prosesor serbaguna, ASIC disesuaikan untuk beban kerja tertentu sehingga dapat mengoptimalkan komputasi dan penggunaan energi. ByteDance membutuhkan kapasitas komputasi tambahan untuk menjalankan layanan dan model AI di tengah persaingan teknologi yang kian intensif. Bloomberg menyebut jumlah chip belum diungkap, sehingga skala pasokan dan kontribusi potensialnya terhadap operasional perusahaan belum dapat dihitung.

ByteDance Berpeluang Menjadi Pelanggan Besar Kedua

Jika perjanjian berjalan, ByteDance berpotensi menjadi pelanggan besar kedua MediaTek untuk ASIC pusat data setelah Google. Posisi itu dapat menandai perluasan portofolio MediaTek, yang selama ini lebih dikenal melalui cipset ponsel dan perangkat komunikasi. Perusahaan Taiwan tersebut kini membidik permintaan pusat data sebagai segmen baru, seiring perusahaan teknologi memperbesar belanja kecerdasan buatan.

Pembatasan Nvidia Dorong Pencarian Alternatif

ByteDance, seperti sejumlah perusahaan teknologi China, menghadapi batasan akses terhadap chip AI tercanggih Nvidia akibat pembatasan ekspor Amerika Serikat. Keterbatasan pasokan mendorong perusahaan mencari alternatif melalui kerja sama dengan perancang chip yang produknya memenuhi aturan ekspor yang berlaku. Pada Mei, ByteDance juga dilaporkan mencapai kesepakatan dengan Qualcomm untuk memperoleh jutaan ASIC yang mendukung pusat data AI. Diversifikasi pemasok dapat mengurangi ketergantungan pada satu jalur pasokan, meskipun kinerja akhir bergantung pada spesifikasi dan volume chip.

Chip AI Masuk Agenda Investasi Besar ByteDance

ByteDance dikabarkan mempertimbangkan belanja modal hingga 70 miliar dolar AS pada 2026 untuk pusat data dan infrastruktur AI. Rencana awal itu lebih dari dua kali belanja tahun sebelumnya, tetapi nilainya masih dapat berubah mengikuti kondisi bisnis. Perusahaan juga disebut menargetkan pengeluaran sekitar 100 miliar dolar AS pada 2027 apabila kondisi ekonomi dan usaha mendukung.

Pinjaman Besar Mengiringi Ekspansi Infrastruktur

Pada September 2026, ByteDance mengamankan pinjaman senilai 29,6 miliar dolar AS dari hampir 30 bank. Reuters melaporkan fasilitas tersebut ditujukan untuk kebutuhan korporasi, tetapi sumber menyebut dana terutama mendukung rencana terkait AI. Dana tersebut memperlihatkan besarnya modal yang dibutuhkan untuk membangun pusat data, memperoleh chip, dan mengembangkan layanan kecerdasan buatan.

MediaTek Bidik Pertumbuhan ASIC Pusat Data

Kesepakatan potensial memberi MediaTek peluang memperluas pendapatan di luar prosesor ponsel dan memperketat persaingan bisnis chip pusat data. Perusahaan Taiwan itu memperkirakan pendapatan chip AI pusat data melampaui 2 miliar dolar AS sepanjang 2026. MediaTek juga menargetkan pangsa 15–20 persen dari pasar ASIC pusat data yang diperkirakan mencapai 80 miliar dolar AS pada 2027. Target tersebut menggambarkan ambisi perusahaan memanfaatkan lonjakan permintaan komputasi khusus, meski pencapaiannya tetap bergantung pada kapasitas produksi dan pesanan pelanggan.

Bagi ByteDance, calon kemitraan ini dapat memperluas pilihan pemasok ketika kebutuhan AI menuntut daya komputasi dan infrastruktur lebih besar. Bagi MediaTek, kontrak tersebut bisa membuka jalur pertumbuhan baru di tengah persaingan dengan Qualcomm dan Broadcom. Namun, pembicaraan masih berlangsung, sehingga nilai kerja sama, jadwal pengiriman, dan dampak bisnisnya belum dapat dipastikan hingga ada pengumuman resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *