PHK Ubisoft kembali berlanjut setelah perusahaan gim asal Prancis itu mengumumkan penyesuaian tenaga kerja di beberapa studio global. Rencana ini mencakup usulan penutupan RedLynx di Finlandia, pengurangan sekitar 100 pekerja di Jerman, serta pemangkasan 70 posisi di Singapura. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda efisiensi yang terus berlangsung setelah Ubisoft membatalkan sejumlah proyek dan menutup beberapa lokasi kerja. Perusahaan menyebut penyesuaian itu bertujuan menyelaraskan kapasitas studio dengan kebutuhan produksi berikutnya, meski keputusan tersebut membawa dampak bagi karyawan.
Menurut laporan media teknologi pada Rabu, 14 Oktober 2026, Ubisoft menyampaikan rencana penutupan RedLynx kepada karyawan. Usulan itu masih bergantung pada proses negosiasi perubahan setempat dan dapat memengaruhi hingga 52 posisi. Di Singapura, perusahaan mengurangi 70 posisi dari studio yang memiliki sekitar 350 karyawan, atau hampir seperlima tim.
“Hari ini kami menginformasikan kepada tim mengenai usulan penutupan studio RedLynx di Finlandia, yang bergantung pada proses negosiasi perubahan lokal. Keputusan ini berpotensi berdampak pada hingga 52 posisi.” — jelas, Ubisoft
PHK Ubisoft Menyentuh Tiga Operasi Global
RedLynx dikenal sebagai pengembang seri Trials dan telah menjadi bagian Ubisoft sejak perusahaan mengakuisisinya pada 2011. Studio Finlandia itu sebelumnya juga memangkas puluhan karyawan, sementara proyek mobilenya, Gwen’s Getaway, dibatalkan setelah peluncuran terbatas pada 2023. Ubisoft mengatakan pengurangan di Singapura dimaksudkan untuk menyesuaikan kapasitas tim dengan kebutuhan produksi masa depan. Meski jumlah pekerja berkurang, perusahaan menegaskan studio Singapura tetap memegang peran penting dalam jaringan produksi globalnya.
Studio Jerman Juga Masuk Skema Pengurangan
Laporan terpisah menyebut Ubisoft berencana memangkas sekitar 100 karyawan di Jerman dari total sekitar 600 pekerja. Ketiga studio di Düsseldorf, Berlin, dan Mainz selama ini mendukung proyek gim besar, termasuk seri The Settlers dan Anno. Perusahaan dilaporkan menawarkan pengunduran diri sukarela sebagai pilihan, dengan harapan menghindari pemutusan hubungan kerja secara langsung.
Restrukturisasi Menjangkau Lebih Banyak Studio
Pemangkasan terbaru berlangsung setelah Ubisoft mengumumkan pembatalan sedikitnya enam proyek gim serta penutupan sejumlah studio tahun ini. Lokasi yang terdampak mencakup Winnipeg di Kanada dan Beograd di Serbia, selain pengurangan personel di beberapa studio lain. Studio Halifax juga ditutup sekitar dua pekan setelah para pekerjanya membentuk serikat buruh, memicu perhatian terhadap situasi ketenagakerjaan perusahaan. Selain itu, pemangkasan juga dilaporkan menyentuh Massive Entertainment, Ubisoft Stockholm, dan kantor pusat Ubisoft di Paris.
PHK Ubisoft Mengikuti Efisiensi Berkelanjutan
Langkah efisiensi ini menambah tekanan terhadap tim kreatif yang sebelumnya mendukung pengembangan waralaba besar dan produksi lintas studio. RedLynx dan Ubisoft Singapore sempat ditempatkan dalam divisi Creative Network sebagai bagian restrukturisasi yang diumumkan pada tahun lalu. Perubahan organisasi itu menunjukkan perusahaan mengatur ulang distribusi pekerjaan sekaligus menyesuaikan operasi dengan rencana produksi berikutnya.
Dampak Efisiensi terhadap Pengembangan Gim
RedLynx sebelumnya dikenal melalui gim balap sepeda motor Trials, sementara Ubisoft Singapore berkontribusi pada pertempuran laut Assassin’s Creed. Pengalaman itu mendorong studio Singapura menggarap Skull and Bones, yang akhirnya dirilis pada awal 2024 setelah beberapa kali penundaan. Kini, perusahaan meninjau ulang kapasitas pengembangan dan kebutuhan produksi di berbagai lokasi untuk menjaga keberlanjutan operasional.
Masa Depan Studio Bergantung pada Kebutuhan Produksi
Ubisoft menyatakan pengurangan personel merupakan bagian dari penyesuaian operasional, bukan pengumuman penghentian seluruh aktivitas studio Singapura. Namun, usulan penutupan RedLynx masih harus melewati proses negosiasi lokal, sehingga status akhirnya belum dapat dianggap tuntas. Rencana pengurangan di Jerman juga dilaporkan mengutamakan mekanisme pengunduran diri sukarela sebelum perusahaan mengambil keputusan lebih lanjut. Ke depan, perubahan struktur ini dapat memengaruhi distribusi tugas, kolaborasi lintas studio, serta kesinambungan proyek gim milik Ubisoft.
Gelombang PHK terbaru kembali menyoroti tekanan efisiensi yang dihadapi perusahaan gim besar dalam menjaga biaya dan kapasitas produksi. Bagi karyawan terdampak, keputusan ini berpotensi mengubah kesinambungan karier dan keahlian yang selama ini dibangun di studio. Sementara itu, industri akan mencermati apakah restrukturisasi tersebut mampu menciptakan struktur biaya lebih seimbang tanpa mengganggu pengembangan gim.