Selayaknya domain yang berfungsi sebagai alamat utama sebuah website agar mudah diakses, subdomain juga memiliki peran penting dalam struktur sebuah situs. Subdomain digunakan untuk menunjukkan halaman atau bagian tertentu di dalam website, biasanya berfungsi sebagai akses menuju halaman pendukung dari website utama.
Dengan adanya subdomain, pengelola website dapat membagi konten menjadi lebih terstruktur dan rapi. Hal ini sangat berguna terutama bagi website yang memiliki banyak kategori, layanan, atau jenis konten yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan subdomain menjadi solusi efektif dalam pengelolaan website berskala kecil hingga besar.
Apa Itu Subdomain?
Subdomain adalah ekstensi tambahan dibagian paling depan yang berada di barisan domain utama. Secara teknis, struktur subdomain selalu ditulis seperti ini subdomain.domainutama.com.
Contohnya:
- blog.website.com
- toko.website.com
- mewah.website.com
Subdomain berfungsi untuk mengarahkan pengunjung ke halaman atau website yang berbeda, namun masih berada dalam satu domain utama. Dengan kata lain, subdomain dapat dianggap sebagai “cabang” dari website utama yang memiliki fungsi atau tujuan tertentu.
Melalui subdomain, pemilik website juga dapat mengelola konten secara terpisah tanpa harus mencampuradukkan seluruh isi dalam satu struktur folder. Inilah yang membuat subdomain sering dimanfaatkan untuk kebutuhan teknis maupun strategi pengembangan website.
Fungsi Subdomain
Penggunaan subdomain bukan tanpa alasan, berikut ini beberapa fungsi utama subdomain yang paling umum digunakan:
1. Memisahkan Konten Berdasarkan Kategori
Subdomain memudahkan pembagian konten berdasarkan topik atau kategori tertentu. Misalnya, halaman blog, toko online, atau forum dapat dipisahkan agar lebih terstruktur dan mudah dikelola.
2. Membuat Website dengan Bahasa yang Berbeda
Subdomain lebih sering muncul dalam beberapa versi untuk menampilkan bahasa dari sebuah website.
Contoh:
- en.website.com (Bahasa Inggris)
- id.website.com (Bahasa Indonesia)
Cara ini memudahkan pengunjung dari berbagai negara untuk mengakses konten sesuai dengan bahasa mereka.
3. Mengelompokkan Website Berdasarkan Wilayah
Beberapa perusahaan menggunakan subdomain untuk membedakan layanan berdasarkan lokasi atau wilayah tertentu, contohnya:
- jakarta.website.com
- bandung.website.com
Hal ini sangat efektif untuk bisnis yang memiliki cakupan regional.
4. Mendukung Kebutuhan Teknis Website
Subdomain sering digunakan untuk kebutuhan teknis seperti halaman pengujian (staging), dashboard admin, atau sistem internal tanpa mengganggu website utama.
Subdomain vs Subfolder
Masih banyak pengguna yang sering tertukar antara subdomain dan subfolder, perbedaannya terletak pada struktur URL:
- Subdomain: blog.website.com
- Subfolder: website.com/blog
Subdomain berdiri terpisah lebih dari domain utama, sedangkan subfolder masih ada di dalam struktur website utama. Oleh sebab itu, perbedaan keduanya sering dijadikan sebagai konten yang ditampilkan dengan tujuan yang sama.